Minggu, 14 September 2014

TANJUNG SELOR, tribunkaltim.co.id Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) benar-benar menjadi favorit para pelamar. Tak hanya pelamar di lingkup wilayah provinsi Kaltara sendiri, namun juga terdapat pelamar yang berasal dari kota-kota besar dan sebagian kota kecil di Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Mereka memanfaatkan media jasa pengiriman dalam proses penyerahan berkas di sekretariat panitia penerimaan CPNS Pemprov Kaltara.
Kepala BKD Provinsi Kaltara, Muhammad Ishak membenarkan hal ini. Pemprov Kaltara membuka kesempatan bagi lulusan-lulusan dari luar Kaltara untuk ikut bersaing dalam proses seleksi CPNS di Pemprov Kaltara.
“Iya, memang ada sekitar 100 lebih berkas yang kami terima dari luar Kaltara melalui jasa pengiriman. Ada yang dari kabupaten/kota di Kalimantan, begitu juga ada dari Sulawesi dan Jawa,” sebut IShak, Kamis (4/9).
Kendati demikian, BKD Kaltara menghimbau kepada pelamar dari luar daerah untuk terus memperbaharui informasi penerima CPNS Pemprov Kaltara melalui laman online media massa, laman resmi Pemprov Kaltara, maupun dengan menghubungi langsung kantor BKD Kaltara. Secara khusus BKD mengingatkan, bahwasanya pada saat pengembilan nomor tanda peserta tes yang bersangkutan tidak dapat diwakilkan.
“Informasinya harus mereka update terus, jangan sampai ketinggalan. Intinya pelamar harus proaktif. Tetapi di satu hal, kalau berkas pelamar belum memenuhi persyaratan, pasti BKD akan menghubungi yang bersangkutan. Dan ketika pengambilan tes, harus dicatat bahwa tidak boleh diwakilkan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, tak sedikit calon pelamar diberi bimbingan langsung dalam membuat surat elektronik (email) dan bimbingan kepada pelamar-pelamar yang kurang memahami tata cara registrasi online. “Jika pelamar yang bersangkutan belum punya email, maka panitia penerimaan CPNS yang buatkan. Begitu juga bagi yang belum paham cara-cara registrasi online. Kita manfaatkan beberapa unit komputer yang ada di sini membantu mereka. Kalau personil untuk membuat surat elektronik itu juga sudah cukup,” sebutnya.
Hingga Kamis kemarin, jumlah pelamar yang melakukan registrasi online mencapai 5.548 orang. Sementara pelamar yang menyerahkan berkas (print out tanda registrasi) mencapai kurang lebih 4.000 orang. Yang terverifikasi mencapai 921 berkas. “Yang menyerahkan berkas, tidak bisa terdata secara pasti karena kami langsung verifikasi. Data yang ada adalah data yang terverifikasi. Yang sudah terverifikasi ini sudah pasti mengikuti tes TKD dengan sistem CAT yang rencananya 17 September nanti. Tapi itu masih tentatif,” jelasnya.
Untuk diketahui, pelamar yang dinyatakan lulus, secara otomatis dapat mengikuti tes Kemampuan Dasar (TKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) di laboratorium CAT Pemprov Kaltara di Jalan Durian, Tanjung Selor.
Adapun Tes Kompetensi Bidang (TKB) sejauh ini belum belum dapat dipastikan. Jika waktu memungkinkan, tes ini pun akan diterapkan setelah rampungnya tahapan tes TKD yang diperkirakan akan berakhir pada Desember mendatang.
“Ini belum pasti. Jikalaupun nantinya diterapkan, maka ada syarat khusus. Pelamar baru bisa ikut TKB jika sudah memenuhi passing grade di TKD. Kemudian jumlah minimal peserta yang lulus TKD untuk mengikuti TKB minimal tiga kali formasi dari peserta yang memenuhi passing grade tes TKD. Jika jumlah peserta yang memenuhi passing grade TKD lebih sedikit dari julah formasi, tidak harus dilakukan TKB,” rincinya.
Untuk diketahui pula, pada saat pelaksanaan tes TKD dengan sistem CAT nantinya, Pemprov akan menggunakan laboratoium CAT Pemprov Kaltara yang difasilitasi sebanyak 51 unit komputer. Rencananya, laboratorium tersebut juga akan dipinjam Pemkab Bulungan dan Malinau dalam pelaksanaan TKD calon pelamar CPNS dari dua kabupaten tersebut.
Untuk jumlah formasi sendiri, Pemprov Kaltara dijatah Kemenpan-RB kuota sebanyak 300 formasi. Kuota 300 formasi tersebut disetujui berdasarkan 919 jenis/nama jabatan yang ada yang terdapat dalam aturan BKN. Di samping itu, BKN pun mengakomodir kualifikasi pendidikan lulusan-lulusan dari perguruan tinggi lokal di Kaltara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar